2 years without Rain (6)

2 Years Without Rain (6) @Sherry J

Starring : Cho Kyuhyun & Seo Joohyun

Romance |Family| Chapters

disclaimer : Sebuah FF biasa yang diharapkan bisa menghibur semua, dont get any hard feelings, just enjoy~~

2 Years Without Rain (6)

Semilir angin sore musim gugur memenuhi udara kota Seoul, daun-daun yang mulai meranggas dan menggugurkan daun nya semakin menambah pesona khas yang selalu meninggalkan kesan tersendiri di setiap kali musim gugur datang.

Seo Joohyun 26 tahun, menghentikan langkah nya, mengamati daun willow yang ada di pekarangan rumah sakit mulai berubah warna menjadi kuning kecoklatan. Menghela nafas, gadis 26 tahun itu kembali melanjutkan langkah nya menuju koridor yang akan membawa keruangan nya.

Joohyun masih terus melangkah kan kakinya dengan berbagai macam pikiran yang berkeliaran di kepala nya, ketika ia merasakan lengan nya ditarik oleh seseorang. Menggeretnya dengan langkah besar ke lorong sepi menuju sisi barat daya rumah sakit.

“Yaaa, Tiffany Hwang, apa yang sedang kau lakukan? Aku harus segera masuk atau dokter Lim akan memarahiku!”

Gadis itu menghentikan langkah nya, menghadap kearah Joohyun. bersedekap.

“kau berhutang cerita padaku nona muda, katakan. Bagaimana bisa kau dengan santainya berjalan dengan keluarga pasien mu, menggendong putri dari pria itu seolah kau adalah ibu nya. Seolah kalian adalah sebuah keluarga? Tidak tau kah kau dirimu banyak orang yang berkasak-kusuk dibelakang karena hal itu?”

Joohyun tersentak, memalingkan wajah nya dari sang sahabat. “memang nya kenapa?”

“memang nya kenapa? Tentu saja karena ini adalah rumah sakit tempat mu bekerja Joohyun ku sayang, dan Yonghwa juga melihat mu yang menggendong adik kecil itu kemarin, kau mau memanas-manasi nya atau apa?”

Joohyun menatap kembali Tiffany yang kini memandang nya tak percaya. Sebuah desahan nafas lolos dari bibir nya “aku tahu Yonghwa ada di sana. Dan tidak, aku tidak berniat untuk memanas-manasinya atau apapun, karena mulai saat ini apa yang aku lakukan tidak ada hubungan nya dengan pria itu lagi”

“tidak ada hubungan nya? Bagaimana bisa—tunggu, maksud mu, kau dan Yong—“

“putus, yah kau benar”

“tapi kenapa? kapan?”

“aku melihatnya bersama dokter Lee Haneul pada saat di pesta pembukaan rumah sakit paman nya kemarin dulu”

“Lee Ha Neul? Gadis yang katamu adalah cinta pertama Jung Yonghwa itu?”

Joohyun mengangguk pelan “dan disaat itu pula aku sadar dia memang tak pernah benar-benar mencintai ku. Kau tau kan, dulu ia menerimaku karena gadis yang dicintainya itu memutuskan untuk bersekolah diluar negeri dan meninggalkan nya, jadi dia menerimaku. Jadi saat gadis itu kembali, mungkin dia ingin kembali pada kenangan lama nya” Joohyun tersenyum getir, merasakan tenggorokan nya tercekat saat mengatakan nya

“Dia tidak mencintaiku, dia hanya kasihan pada ku, adik kelas nya yang sudah menyukai nya dari dulu. 2 tahun ini sama sekali tak berarti apapun bagi nya”

Tiffany menginggit bibir nya, merasa bersalah. “aku— Ya Tuhan Joohyun, aku minta maaf. Aku sama sekali tak tau. Aku benar-benar minta maaf”

Joohyun tersenyum menggeleng kan kepala nya pelan “tidak papa, aku hanya tak mau mengungkitnya lagi. Karena itu aku tak bercerita pada mu. Maaf Tiff”

Tiffany memandang nya cemas, “ya, tak masalah. Tapi apa kau sendiri baik-baik saja? Maksud ku, kalau kau butuh tempat bercerita aku akan ada untuk mu”

Tidak, aku tidak baik-baik saja.

“aku baik-baik saja” ujar joohyun akhir nya “tak perlu khawatir. Aku tak akan melakukan hal-hal ekstrim seperti yang ada di kepalamu, tapi aku butuh waktu untuk melewati masa patah hatiku dulu” Joohyun melemparkan senyum menenangkan nya pada sang sahabat “Trims, Kalau begitu bisakah aku pergi dari sini segera, aku harus segera mengumpulkan data pasien pada dokter Lim, atau aku akan kena omel oleh nya”

“tentu” sahut Tiffany cepat. Meraih lengan nya dan menggiring nya kembali berjalan “ayo aku temani, Nanti pada saat jam istirahat mau aku traktir Manggo es Cream kesukaan mu?”

Joohyun tertawa mendengar nya. “maaf aku tak bisa hari ini, hari ini adalah jadwal operasi pertamaku bersama dokter yang lain, lain kali saja, kau bisa traktir teman mu yang sedang patah hati ini di restoran mewah yang mahal”

“aku tak bisa mentraktir mu di restoran mewah dan mahal dengan gaji ku nona muda, kenapa kau tak minta pada pria bernama Cho Kyuhyun itu, dia tampan dan mapan kan? Sudah pas sekali jika kau ingin dinner romantis sekaligus untuk melupakan si breng—aaakh, Yaa sakit Seo Joohyun! Kau tak sadar siku mu itu tajam?”

Joohyun menatap tajam Tiffany “aku bisa melakukan yang lebih ekstrim dari pada ini jika kau tak mengecilkan suara mu itu Tiffany Hwang”

“memangnya kenapa, pada kenyataan nya Cho Kyuhyun memang pria tampan dan—heiii… pipi mu memerah Joohyun sayaang” Tiffany tersenyum jahil ”jangan-jangan kau memang punya perasaan padanya ya?”

Joohyun bersumpah, Jika Tiffany bukan sahabat baiknya semenjak mereka berkuliah, maka ia tak akan segan-segan mendorong gadis itu ke jurang dengan jempol kaki nya. Jika ia kuat mendorong tubuh gadis itu dengan jempol kaki nya, tentu saja.

XxXxxX

“Dokter Joohyun” Joohyun menoleh kan kepala nya, mendapati salah satu suster di bagian informasi berjalan kearah nya. “data kesehatan pasien dikamar 211 sudah saya taruh di meja anda, dan tadi dokter Yonghwa dari bagian departemen bedah menitipkan pesan pada saya. Beliau mencari anda”

Joohyun sontak memandang suster itu ketika nama Yonghwa disebut, “baiklah. terimakasih suster, nanti saya akan memeriksa nya”

Joohyun mendesah lelah begitu suster itu berjalan menjauh. Jam sudah menunjukan pukul 9 malam lebih, dan ia merasa stamina nya serasa habis terkuras setelah operasi panjang yang baru saja selesai bersama dokter-dokter lain nya. Dan jujur, juga lelah dengan sikap Yonghwa yang tak berhenti mencoba untuk menemui nya setelah kejadian itu berlalu.

Seo Joohyun kemudian melangkah kan kakinya menuju ruangan nya, bersiap untuk pulang. Ia berjalan melewati koridor yang mulai sepi oleh banyak nya pasien yang biasa berlalu lalang. Sampai ketika ia melewati kamar 283 dan mendengar suara isakan yang kontan membuat nya menoleh kan kepala nya.

Kamar itu temaram, lampu ruangan tidak di nyalakan, yang berarti sang penghuni kamar tengah tidur. Tapi suara tangis bocah kecil itu mengusik nya. “’kenapa Joon hyung menangis? Apa dia sendirian?”’ Tidak bisa menahan rasa khawatir dan penasaran yang ia rasakan, maka Joohyun menggeser pintu ruang inap VIP itu perlahan.

Cho Joon Hyung tengah tertidur, namun bocah itu terisak pelan dalam tidur nya, membuka pintunya lebih lebar, Joohyun lantas berjalan kesisi ranjang anak laki-laki 9 tahun itu. Memeriksa cairan infus nya, sebelum akhir nya meraba kening Joon Hyung yang lembab karena keringat.

Sudah ia duga. Bocah itu demam.

“Eomma..eomma” Joohyun memandang wajah Joon Hyung yang mengeluarkan keringat dingin. “Demi Tuhan, kenapa bocah ini bisa sendirian di sini?” gadis itu memeriksa denyut jantung pasien kecil nya “dan kenapa aku tak membawa apapun sih?”

Joohyun hendak menekan bel yang ada di dinding didepan nya. Berniat memanggil dokter lain. Sampai ia mendengar Joon Hyung kembali memanggil nama ibu nya. Tak tega melihat bocah kecil yang biasanya terlihat begitu kuat dan pendiam seperti Joonhyung kini menangis ditengah tidurnya karena demam dan memanggil ibu nya, Joohyun kemudian memutuskan untuk mendudukan dirinya disamping bocah itu, memegang tangan ya dan mengusap lembut dahi Joon Hyung yang basah karena keringat dingin. “tenang lah Joon Hyung, itu hanya mimpi”

“Eommaa, eommaa” panggil bocah itu lagi.

Dan begitu saja, menuruti insting nya yang datang entah dari mana, Maka dengan tangan kanan nya yang bebas, gadis itu merengkuh Joon Hyung dalam pelukan nya. Mengusap punggung Joon Hyung yang basah karena keringat. Membisikan kata-kata penenang dengan terus mengusap punggung bocah kecil yang kini gemetar dalam pelukan nya.

Selama sekian waktu yang berlalu, Joohyun terus mengusap punggung Joon Hyung. Merasa bocah tersebut mulai tenang. Gadis itu perlahan melepaskan pelukan nya. Memandang wajah Joon hyung yang masih berkeringat. Dan menghapus peluh itu dari dahi nya.

“Joon Hyung” panggil Joonhyun lirih, mengusap lengan Joon Hyung lembut “hei, ayo bangun”

Bocah itu tak bergerak, Joohyun lantas mengusap pipi Joon Hyung lembut “Joon Hyung” panggil Joohyun lagi. Sedikit lebih keras. Dan berhasil, ketika iris sehitam batu obsidian itu membuka mata nya. Joohyun lantas menghela nafas lega “syukurlah kau sudah bangun. Ayo minum lah dulu”

gadis itu mengangsurkan gelas berisi air mineral di nakas disebelah tempat tidur “tadi itu, apa joon hyung mimpi buruk?” tanya nya retoris saat bocah kecil itu mengembalikan gelas pada nya. Ia bisa melihat tangan Joon hyung yang bergetar.

“bagaimana persaan Joon Hyung? Apa ada yang sakit?” tanya Joohyun saat pertanyaan nya yang sebelum nya tak dijawab. Tak ada respons dari bocah itu. Namun Joohyun melihat bocah itu memandang tangan kanan nya yang kini menggenggam tangan Joohyun erat.

“Joon hyung, tunggu sebentar oke, dokter akan mengambil peralatan dokter sebentar dan kembali untuk memeriksa mu” Joohyun sudah akan bangkit berdiri, sebelum tangan mungil itu mencegah nya untuk bergerak lebih jauh. “di sini saja” ia memandang Joon hyung yang bergumam lirih, masih menolak memandang nya.

“tidak bisakah..” bocah itu terlihat ragu sejenak “tidak bisakah.. kau tetap disini saja?”

Di detik yang sama saat suara lemah bocah itu tertangkap indra pendengar nya, Joohyun merasa hatinya terenyuh saat melihat tangan kecil itu memegangi lengan nya. Sebuah senyum terulas dibibir Seo Joohyun bahkan tanpa gadis itu sadari, sebelah tangan nya lantas terulur dan mengusap lembut kepala Cho Joon Hyung, yang seolah mampu meredakan ketengan dipundak bocah kecil itu.

“baiklah”ujar Joohyun lambat-lambat ”dokter akan tetap disini, tidurlah dokter tidak akan kemana-mana”

XxXxXxxX

Cho Kyuhyun sungguh tak mengerti, mengapa dari sekian banyak gadis yang ada di muka bumi ini, harus gadis bernama Seo Joohyun itu yang terlihat begitu memperhatikan anak-anak nya, mengapa harus gadis itu, gadis yang terlihat mirip dengan almarhum istri nya itu yang mampu membuat kedua putra-putri kembar nya merasa nyaman.

Ketika ia kembali setelah mengantarkan Jihyun seperti biasa kerumah setelah menengok kakak nya. Hal pertama yang ia lihat adalah gadis itu tengah menenangkan putra nya dengan mengusap dahinya dengan lembut.

Kyuhyun, yang sudah berulangkali mengingatkan pada diri nya sendiri bahwa tidak seharus nya Ia merasa lega saat melihat pemandangan seperti itu tersuguh dihadapan nya, Merasa kalah dengan dirinya sendiri saat ia melihat Seo Joohyun kembali duduk dan menggenggam tangan putra nya ketika putra sulung nya itu meminta agar sang dokter tidak pergi.

Hal itu membuat Kyuhyun merasa.. seperti melihat sosok istri nya kembali dalam diri Seo Joohyun.

Kyuhyun mengusap wajah nya lelah, memilih untuk duduk di kursi tunggu di loby departemen anak-anak alih-alih masuk ke dalam kamar putra nya di rawat.

“anak-anakmu, meskipun mereka tak memperlihatkan nya sekarang, pasti membutuhkan figur ibu yang menyayangi mereka dengan tulus. Kau menyayangi mereka Kyu, aku tahu. Tapi kasih sayang seorang ibu dengan ayah adalah dua hal yang berbeda. Apalagi mereka masih sangat muda. Aku tak menyuruhmu untuk segera mencari sosok itu, tapi paling tidak kau harus memikirkan nya. Demi anak-anak mu, cepat atau lambat.”

Kyuhyun menerawang kan pandangan nya jauh ke depan ketika kata-kata kakak perempuan nya kembali terngiang di telinga nya.

Lalu apa yang harus ia lakukan?

“—Cho Kyuhyun ssi?”

Kyuhyun menoleh saat sebuah suara membuyarkan pikiran nya. Seo Joohyun kini tengah memandang kearah nya dengan senyum lega dibibir nya “syukurlah anda sudah datang, Joon Hyung menunggu anda. Dia sempat demam tadi. Tapi saya yakin dia akan baik-baik saja setelah meminum obat nya”

“apa dia sudah tidur?”

“ ya, dia sudah tidur sekarang”

Kyuhyun bisa merasakan kepala beberapa suster yang lewat menoleh kepada mereka dan tersenyum penuh arti. Menghela nafas lelah, Kyuhyun lantas bangkit berdiri.

“baiklah kalau begitu, saya akan kembali ke kamar nya sekarang,”

Kyuhyun bangkit berdiri dan sudah berjalan beberapa langkah ketika ia teringat sesuatu. Pria 29 tahun berbalik, mendapati Seo Joohyun yang masih menatap kearah nya, “Dokter Seo, terimakasih untuk semua nya”

“Bukan hanya sebagai orang tua pasien yang anaknya di rawat di rumah sakit ini. Tapi sebagai ayah Joon hyung dan Jihyun pribadi. Terimakasih, kau sudah melakukan banyak hal untuk keluarga kami”

Joohyun terdiam untuk beberapa saat. Merasa tak tahu bagaimana harus merespon ucap terimakasih yang seperti itu. Sampai akhirnya seulas senyum tulus terulas dari bibir Joohyun. “aku tak melakukan apapun yang berarti Tuan, Jihyun dan Joon Hyung. adalah anak-anak yang manis, mereka sangat menyayangimu jadi aku sunguh-sungguh harap mereka selalu sehat dan ceria”

Kyuhyun mengangguk, dan ketika Seo Joohyun sudah membungkukan badan pada nya dan beranjak pergi dari sana. Ia tiba-tiba mengerti alasan mengapa kedua buah hatinya menyukai dokter muda itu, selain karena ada nya kesamaan fisik dengan ibu mereka.

XxxxXxx

keesokan harinya, hari yang sama berangin seperti yang dikatakan ramalan cuaca, Joohyun melangkahkan kakinya keluar ruangan pasien setelah jadwal visite nya selesai. kakinya sudah akan melangkah menuju toilet wanita khusus para dokter dan perawat ketika ia mendengar dari dalam toilet seseorang menyebut namanya.

“Jadi benarkan dia berselingkuh dengan orang tua pasien kamar no 283? dokter Seo Joohyun itu, pantas semalam aku melihat mereka mengobrol di loby, para suster diam diam juga memeperhatikan nya lhoo”

Salah seorang dari mereka menimpali. “dia itu kekasih dokter Yonghwa dari departemen bedah kan? Aku bahkan dengar Dokter Yonghwa begitu terpukul saat melihat dokter Joohyun menggendong putri kecil pria itu beberapa waktu yang lalu. Aku akui orang tua pasien itu memang tampan, tapi tidakah dia sudah keterlaluan?” Joohyun tanpa sadar mencengkram kenop pintu toilet erat erat saat ia mendengarnya

“aku kasihan sekali dengan nya, dokter Yonghwa tampak terpukul sekali waktu itu.”

Joohyun, yang bahkan tak sempat berpikir menggunakan rasional nya. membuka pintu toilet dengan sengaja membenturkan pintu itu secara keras di dinding. membuat gerombolan gadis yang tak lain adalah mahasiswa kedokteran yang tengah magang itu bergidik ngeri.

mengangkat dagunya tinggi (sesuatu yang ia pelajari dari Tiffany) Joohyun lantas melangkah kan kakinya menuju bak cuci tangan.

Joohyun, kini berusaha menahan emosi yang sudah mencapai ubun ubun kepalanya. berusaha setenang mungkin saat ia membasuh tangan nya. sedangkan dibelakangnya. tampak para mahasiswa magang itu tengah menatap horor kearah punggung Joohyun yang tampak tegang.

“aku tak tahu” ujar Joohyun lamat lamat. “bahwa kini rupanya ada kebiasaan baru yang dibawa oleh para calon dokter seperti kalian” Joohyun mengipatkan tangan nya, sebelum berbalik untuk menghadapi ke 5 gadis di hadapan nya dramatis.

“bergosip tentang orang lain dibelakang, pada jam jam seperti ini, apa kalian pikir rumah sakit ini adalah tempat kalian bermain??”

“maaf kan kami Sunbae” cicit salah seorang dari gerombolan gadis itu.

bersedekap, Joohyun memandang satu persatu dari mereka “seorang dokter, apa kalian pikir hanya memerlukan otak cemerlang tanpa ada nya tata krama dan etika? dan apakah menggunjing orang lain dibelakang adalah sikap yang pantas???”

tak mendapat jawaban, Joohyun menghela nafasnya keras “tenangkan diri mu Seo Joo Hyun”‘ batin Joohyun dalam hati “‘kau tak perlu berkoar tentang apa yang sebenarnya terjadi, Tidak-tidak simpan energimu untuk hal yang lebih penting”‘

“ini adalah peringatan terakhir untuk kalian, aku” Joohyun melirik name tag ke lima mahasiswa magang di hadapan nya “telah menghapal satu persatu nama kalian, dan untuk sekedar mengingatkan, pendapat para dokter tetap pada departemen anak ikut di hitung dalam menentukan penilaian akhir kalian”

memasukan ke dua tanganya ke saku jas dokternya, Joohyun dengan tenang menambahkan perkataan nya., “jadi aku berharap peringatan ini bisa kalian jadikan pelajaran mengenai bagaimana selayaknya dokter bersikap” dan masih diiringi kor rendah “kami mengerti” oleh para calon junior nya itu, Joohyun lantas pergi meninggalkan mereka yang masih tampak syok dengan ancaman nya barusan

xXXXx

Seo Joohyun kembali menghela nafas setelah ia keluar dari bilik toilet, menggigit bibirnya, dokter 26 tahun itu merasakan nyeri yang sama saat nama pria itu kembali disanding kan dengan nya.

mereka tak tahu, tidak satupun dari mereka yang bergunjing di belakang nya itu tahu apa yang terjadi sebenar nya. dia lah yang merasakan sudut hatinya berkedut nyeri saat melihat pria itu dari jendela ruang kerja nya. Dia lah yang merasa hatinya hancur saat sadar bahwa pria itu tidak mencintai nya…

“bodoh” rutuk Joohyun lirih saat ia kembali merasakan matanya memanas “kalau kau menangis lagi kau akan menjadi gadis paling idiot sedunia. jangan menangis joohyun”

Jangan menangis..

menghembuskan nafasnya dalam dalam dengan harapan hal itu akan mengurangi sesak yang ia rasakan. gadis itu menoleh saat seseorang menyebut nama nya.

“Joohyun Songsaeng” seseorang menyentuh pundaknya, membuatnya menoleh “kami semua akan makan malam bersama di restoran China yang baru buka di dekat sini. kau harus ikut kami nanti, operasi kemarin malam berhasil, dan itu juga berkat bantuan mu” pria yang tak lain adalah rekan sejawatnya di departemen anak itu lantas menundukan kepalanya pada Joohyun. berbisik pelan.

“dokter Lim sendiri yang akan mentraktir, kita harus memeras nya nanti. pastikan kau datang ya?”

Tertawa sopan pada seniornya itu. Joohyun menganggukan kepalanya “Ne Sunbae, aku akan mengusahakanya nanti”

“bagus, kalau begitu aku duluan” Joohyun menganggukan kepalanya, memandang sosok laki laki berperut buncit itu sebelum akhirnya ikut kembali melangkah kan kakinya, hendak menuju ruanganya.

Sampai, pandangan matanya tak sengaja bertubrukan dengan bayangan seseorang yang begitu ia kenal. yang begitu ia hindari keberadaanya.

terpaku untuk sejenak, Joohyun lantas berpaling untuk berbalik arah dengan cepat, berjalan menuju tangga darurat yang ada disekitar sana ketika ia merasa lenganya dicengkram oleh seseorang.

“Joohyun dengarkan aku” Joohyun menampik tangan pemuda itu keras

“Lepas”

hendak kembali berjalan menuruni tangga darurat yang sepi itu. namun Joohyun merasa tubuhnya kembali dibalik secara paksa oleh pemuda yang tak lain dan tak bukan adalah Jung Yonghwa, membuat Joohyun merasa kecil seketika ketika pria itu memempet nya di dinding dengan tubuh tegap nya dan memandang Joohyun tepat dimatanya.

“tak bisakah kau berhenti menghindariku? tolong, setidaknya berilah aku kesempatan untuk menjelaskan segalanya padamu” Tak ada respons yang Joohyun lontarkan. “aku minta maaf, aku bersalah padamu. Maafkan aku Joohyun”

“aku memaafkan mu” ujar Joohyun akhirnya “aku memaafkan mu jika hanya itu yang ingin kau dengar, kau tak perlu menjelaskan sesuatu padaku, semua nya telah berakhir, pergilah, aku masih banyak pekerjaan”

ketika Joohyun akhirnya dapat melepaskan dirinya dari jangkauan Yonghwa. langkah pasti sang gadis itu akhirnya berhenti ketika pertanyaan pria itu terdengar menusuk di telinganya.

“jadi benar gosip yang beredar akhir-akhir ini? benarkah kau kini berkencan dengan orang tua salah satu pasien mu? Karena itukah kau tak ingin berbicara padaku?”

sebuah pertanyaan sederhana yang menusuk jantung Joohyun begitu dalam. Joohyun berbalik, menatap mantan kekasih nya itu tak percaya “dasar brengsek” gumam Joohyun tanpa sadar dengan mata yang berkaca-kaca.

dan ketika Joohyun berbalik untuk menghadap pria yang kini menatap tepat ke matanya. Dengan langkah yang terasa lambat Joohyun lantas menghampiri Jung Yonghwa, dan entah mendapat kekuatan dari mana, dengan tangan yang bergetar Seo Joohyun mendaratkan sebuah tamparan dipipi Jung Yonghwa cukup keras.

Sebulir air mata kini Jatuh dipipi Joohyun, ia balas menatap mata pria yang kini tengah menatapnya kaget “seharusnya aku melakukan hal itu padamu sejak kemarin. Kau tahu, bahkan dengan menamparmu seperti ini aku tampak lebih menyedihkan dari hari di mana aku melihatmu bersama gadis itu. jangan temui aku karena aku tak ingin bicara lagi pada mu”

XXXXxX

Suhu udara tampaknya mulai kembali turun malam itu. Cho Kyuhyun, yang baru saja keluar dari sebuah minimarket di dekat rumah sakit guna membeli sandwich dan susu permintaan putra nya, memandang langit tanpa bintang diatasnya muram.

“sebaiknya suhu pemanas ruangan di kamar Joonhyung di naik kan sedikit, cuaca nya cukup dingin malam ini”

Berkata lebih pada dirinya sendiri, ayah dua orang anak itu lantas melanjutkan langkahnya yang tertunda untuk kembali menuju rumah sakit, sampai tanpa sengaja telinganya menangkap suara yang terdengar cukup familiar untuknya.

“Lepaskan” Kyuhyun menoleh, dan mendapati Seo Joohyun tengah beradu mulut dengan seorang pria yang tentu saja tidak ia kenal. Kyuhyun membalikan badan nya, memutuskan lebih baik tidak ikut campur pada urusan Seo Joohyun sampai ia mendengar suara gadis itu yang berkata nyaris berteriak pada sang lawan bicara “lepaskan atau aku akan berteriak karena kau mencoba memaksaku untuk naik ke mobilmu”

“ikut aku, kita belum selesai bicara ” Seo Joohyun kembali menepis tangan sang pemuda yang akhirnya Kyuhyun kenali sebagai pria yang sama yang membuat Joohyun menangis tempo hari saat pesta pembukaan sebuah rumah sakit swasta. Jung Yonghwa, pria itu tepat nya. Berdiri dengan tampang tak sabar kearah Joohyun yang tampak bergetar saking marah nya.

“Baiklah, Baiklah kalau itu maumu, kita bicara disini” Jung Yonghwa menatap frustrasi gadis yang ada dihadapan nya. “aku minta maaf padamu karena telah berselingkuh dibelakang mu, aku tahu ini terdengar pengecut karena aku baru memberitahumu sekarang, tapi aku memang masih mencintai Ha Neul”

“aku tak mau dengar” Kyuhyun berani bersumpah ia melihat tangan gadis itu sudah mengepal di samping tubuh nya.

“tapi aku menyesal sekarang Joohyun, sungguh. Aku—kau tahu paman tak pernah menyukai hubunganku dengan Ha Neul sedari dulu, hubunganku dengan nya tak memiliki masa depan, sedangkan dirimu , paman ku menyukaimu. Seluruh keluarga ku menyukaimu—“

“jadi karena itu kau datang dan minta maaf padaku? Kau datang kepadaku karena paman mu lebih menyukai jika kau menikahi ku ketimbang dengan gadis itu? Apa dengan menikahi ku maka kau bisa menjadi direktur di rumah sakit milik paman mu, begitu?”

“bukan itu maksudku, Joohyun. Aku menyesal, jika kau mau memberiku kesempatan kita bisa memulai semuanya dari awal“

“pergi lah” ujar gadis itu nyaris menangis, ”pergilah, aku mohon, aku sudah cukup sadar dengan posisi ku di mata mu. aku sudah cukup menderita hanya dengan menyadari bahwa aku lah satu satu nya yang jatuh cinta. Bahwa hanya aku yang merasakan semua ini, bahwa kau tak pernah tulus mencintai ku. Aku tahu, jadi aku mohon lepaskan aku”

Gadis itu tampak menyedihkan sekarang, dengan bahu yang bergetar yang Kyuhyun yakin tak ada kaitan nya dengan cuaca musim gugur yang dingin. Kyuhyun merutuk dalam hati, ia yakin ia akan menyesali tindakan nya saat ini nanti, tapi ia tak bisa melihat gadis itu tampak melenyedihkan lebih jauh lagi, maka ia harus melakukan ini, dan menanggung resiko nya nanti.

“Lepaskan tangan nya” ujar Kyuhyun akhir nya, ia kemudian berjalan dengan tenang menuju sisi Seo Joohyun yang memandang nya kaget. Kini ia bisa melihat dengan jelas manik mata gadis itu yang berkaca-kaca. Kyuhyun lantas itu menatap tajam Jung Yonghwa, sebelum akhirnya menarik lengan kiri Joohyun yang bebas dari genggaman pria itu, mengarah kan nya agar berdiri di belakang punggung nya.

“aku tak ingat jika kau suka bersembunyi dibelakang punggung orang lain Seo Joohyun” ujar Yonghwa tajam, tanpa mengalihkan pandangan nya dari Kyuhyun.

Kyuhyun bisa merasakan tangan gadis itu yang mencengkram jaketnya bergetar di punggung nya. Kyuhyun lantas mengalihkan pandanganya pada pria dihdapan nya, menatapnya tajam. “dia tidak sedang bersembunyi Jung Yonghwa-ssi, tapi aku lah yang menyimpan nya dibalik punggungku. Memastikan agar dia aman”

“Tcih, jadi secara tak langsung kau mengakui bahwa kau berselingkuh dengan pria ini kan Joohyun? Kalau begitu kenapa kau marah-marah padaku jika kau juga—“

“dia tidak berselingkuh, dia sudah resmi putus darimu semenjak kau bercumbu dengan gadis lain tempo dulu itu” Kyuhyun melemparkan senyuman mengejek pada pria di hadapan nya sebelum akhirnya berkata “tapi kau tak perlu khawatir, karena kini aku lah yang berniat menggantikan posisimu itu, karena kau sudah mencampakan nya”

Dan seakan tak cukup dengan semua yang dikatakan nya, entah mendapat dorongan dari mana, tiba-tiba saja, tanpa berpikir lebih jauh, Cho Kyuhyun menarik pergelangan tangan Seo Joohyun yang sedari tadi memegang bagian belakang jaketnya kuat-kuat, membuat gadis itu bergerak sehingga berada tepat dihadapan nya. Kyuhyun menatap mata cokelat madu itu intens,

“Maafkan aku” ujar Kyuhyun pelan

sebelum akhirnya meraih tengkuk Joohyun dan mencium bibir merah gadis itu.

TBC’

Duh, semoga masih ada yang suka sama ff ini, chapt 6 ini cukup menguras keringat, sebener nya lebih dikarenakan membangun semangat menulis yang turun drastis akhir-akhir ini, jadi nya lama sekali proses pengerjaan nya. tapi next part akan saya usahakan publish di setiap bulan nya pada tanggal yang sama, mungkin akan beda dua atau 3 hari, atau mungkin bisa sebelum tanggal 27 , gimana? Saya dapet ide itu dari salah satu author di forum lain, kalau yang ini boleh kan kalau ditiru??
Okee okee, kalau begitu ditunggu komentar nya, reader mungkin membutuhkan waktu lebih dari 10 menit untuk membaca sebuah ff tapi auhtor butuh waktu lebih dari sehari untuk menulis ff dengan story line seperti yang diinginkan, jadi mohon apresiasi nya, trims~
Regards;
Sherry J – 06.00 PM on the Rainy day

Iklan

2 thoughts on “2 years without Rain (6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s