Your Call 5

 

 

Your Call Part 5

A Story By Jung Sherry

Standart disclaimer applied

Cast
: Seo Joo Hyun, Cho Kyuhyun

Genre : Romance

Cover by : Nurzaita Art

 


 

Cho Kyuhyun tersenyum samar melihat sesosok gadis yang ada diseberang jalan, ia lambaikan tangan nya, agar memudahkan sang gadis untuk menemukan keberadaan nya. gadis itu menoleh dan lantas berlari ke arah nya, membuatnya kembali menyunggingkan senyumnya. sungguh, ia tak bisa memungkiri hatinya sendiri, betapa ia merindukan gadis itu setelah seminggu ini tak melihatnya.

Kyuhyun melihat gadis itu terengah-engah saat sudah berdiri dihadapan nya, “bagaimana kabarmu?” tanya Kyuhyun. gadis itu tampak mengamati wajah nya sebelum akhirnya ia mengangkat tangan lembutnya dan menyentuh wajah Kyuhyun “kenapa kau terlihat pucat begitu? Apa kau merasa tak enak badan?”

Pertanyaan yang terlontar dari bibir gadis di hadapan nya ini membuatnya tersenyum. ya, ia memang sedang tidak dalam keadaan baik, mungkin karena itulah ia datang mencari gadis di hadapan nya ini. Kyuhyun ingin melihat nya, ingin memeluk nya, ingin melupakan beban yang tengah menghimpitnya sekarang.

Kyuhyun menyentuh lembut tangan gadis itu. membiarkan kehangatan dari tangan mungil itu untuk mengaliri wajah nya. perlahan, ia meraih tangan gadis itu, menuntun nya untuk masuk dalam rengkuhan nya.

Gadis itu tidak menolak, ia hanya diam, membiarkan Kyuhyun memeluk nya, membiarkan Kyuhyun bersandar sebentar pada nya. sebuah perasaan hangat dan damai dapat Kyuhyun rasakan saat ini. “senang sekali bisa melihatmu lagi” gumam Kyuhyun tepat pada telinga gadis itu.

Kyuhyun bisa merasakan seohyun membalas pelukan nya dengan ikut mengingkar kan tangan nya pada pinggang Kyuhyun. hal itu tanpa disadari membuat Kyuhyun menghembuskan nafas lega. Kyuhyun menenggelamkan wajah nya pada bahu seohyun, menghirup aroma papermint dari seohyun yang memenuhi cuping hidung nya.

Suasana hening kini menyelimuti mereka, hanya suara ranting pepohonan yang saling bergesekan karena angin malam yang terdengar. Kemudian kyuhyun mendengar gadis itu mengeluarkan suara nya. “apa kau sedang ada masalah?” suara gadis itu terdengar teredam darri balik punggung kyuhyun. “kenapa tak pernah menghubungiku sama sekali?”

“aku..ya.. ada sesuatu yang harus aku urus memang” jawab kyuhyun pelan. gadis itu mendongak kan wajah nya dan menatap kyuhyun dengan manik mata nya. ” aku akan mendengarkan ceritamu kalau kau sedang ada masalah, aku adalah pendengar setia yang baik” kyuhyun tersenyum samar, lalu ia mengarahkan Seohyun untuk kembali masuk dalam dekapan nya.”arra, aku mempercayai mu Seohyun-ah” tapi tidak sekarang, aku tidak bisa menceritakan pada mu sekarang. Lanjut kyuhyun dalam hati.

“wajah mu sangat pucat kau tahu? Kau pasti sangat lelah” gumam Seohyun pelan.

Kyuhyun mendongak kan kepala nya keatas, ia bisa melihat bintang-bintang bertaburan di atas sana. Ia pejamkan matanya sejenak, kemudian Kyuhyun kembali mengeratkan pelukan nya pada Seohyun, membawa Seohyun lebih dalam dalam pelukan nya. “oleh karena itu, biar kan aku memelukmu seperti ini Seohyun ah, entah mengapa, hanya dengan melihat dan berada disisi mu seperti ini saja bisa membuatku tenang”

Your Call

Seohyun kini duduk sambil memeluk lututnya dilantai disamping ranjang nya, matanya menerawang menembus awan gelap, ia memang sengaja membuka pintu beranda kamar nya, membiarkan suasana pergantian musim dengan semilir angin malam itu memasuki kamar tidurnya.

“‘aku baik-baik saja Seohyun ah, tenang saja”‘ Seohyun menghela nafasnya, berapa kali pun pria itu berkata bahwa ia baik-baik saja. entah mengapa tak membuatnya merasa tenang. Ia mencemaskan nya, Seohyun mencemaskan pria itu. sungguh, sorot mata nya yang sayu dan suara nya yang tidak seceria biasanya benar-benar membuatnya khawatir pada pria itu.

“‘ oleh karena itu, biar kan aku memelukmu seperti ini Seohyun ah, entah mengapa, hanya dengan melihat dan berada disisi mu seperti ini saja bisa membuatku tenang” Seohyun memeluk lututnya, entah mengapa ia sendiri tak bisa menjelaskan kenapa jantungnya langsung berdetak tak normal saat pria itu mengatakan nya, bahkan sampai saat ini, ketika ia hanya mengingat nya saja, ia merasa debar jantungnya bekerja 2 kali lipat.

Seohyun menaruh dagunya pada lututnya, memikirkan fakta bahwa pria itu sedang mempunyai masalah sekarang dan tak bisa melakukan apapun untuknya membuatnya merasa tak nyaman, Seohyun menghela nafas nya perlahan “kau sebenarnya kenapa Kyu” lirih Seohyun dalam hati.

Your Call

Keesokan hari nya, Seohyun sudah kembali ke apartemen yang disewanya. Tentu saja, setelah diskusi yang alot antara Seohyun dan Appa nya. dan setelah perdebatan yang seru itu berlangsung, disinilah ia sekarang, tersenyum pada Eun Woo ahjumma dan Taewoong ahjussi yang menyambut kepulanganya dengan hangat.

Ketika ia sudah berada di depan kamar nya, refleks ia langsung melihat depan pintu apartemen Kyuhyun yang tertutup rapat. Menyadari apa yang dipikiran nya, Eun Woo ahjumma tersenyum pada nya “Kyuhyun sedang keluar sekarang, sebentar lagi juga ia akan pulang” Seohyun menoleh kearah Eun Woo Ahjuma

“apa akhir-akhir ini Kyuhyun jarang pulang kemari ahjumma?”

“ya, 3 hari kemarin ia memang tidak pulang, tapi ia pamit kepadaku ia akan menginap diluar” Seohyun mengangguk kecil pada wanita paruh baya disebelah nya itu, “terimakasih ahjumma, ahh ya aku membawakan oleh-oleh untuk semua, ayo ahjumma mari masuk”

Your Call

 

Kyuhyun sedang berusaha untuk membuka pintu apartemen nya saat tiba-tiba ada sebuah benda dingin yang menyentuh pipi kirinya. Kyuhyun menoleh kebelakang dan mendapati Seohyun tengah tersenyum pada nya “anyeong tuan Cho, mau minum bersama?” Kyuhyun melihat sekaleng minuman bersoda yang gadis itu sodorkan padanya sebelum ia melemparkan senyumnya pada gadis dihadapan nya itu.

“boleh, tapi bukan nya lebih enak kalau kita minum bir saja?” jawab Kyuhyun dengan memasang raut jenaka.

Your Call

“jadi, apa yang kau rasakan sekarang?” tanya Kyuhyun sambil memakan snack yang ada di hadapan nya “bagaimana rasa nya melihat sahabatmu akan menikah mendahului mu?” saat ini mereka tengah duduk di lantai di ruang tengah apartemen Kyuhyun. Seohyun mengerutkan alis nya samar “tentu saja aku senang”

Ia meneguk pocari sweat kaleng milik nya “saat sahabatmu berbahagia dengan orang yang ia cintai, tentu kau harus berbahagia untuknya, ya kan?” Kyuhyun mengacak rambut Seohyun gemas. “aigooo, kau bijaksana sekali ya Seohyunie, oppa bangga padamu”

Seohyun mengerucutkan bibir nya saat Kyuhyun menyebutnya dirinya sendiri oppa, “jangan mulai lagi, aku tak akan memanggilmu oppa, Kyuhyun ssi” Kyuhyun tergelak mendengarnya, “terserahlah, yang penting kau sudah kembali lagi kemari, itu saja sudah cukup bagi ku” ujar Kyuhyun sambil tersenyum evil pada nya.

Seohyun tak menjawab pernyataan Kyuhyun barusan. Ia memandang sisi wajah Kyuhyun yang kini ikut meminum sekaleng kola yang Seohyun belikan tadi “jadi.. untuk apa kau kembali ke Daegu? Maksudku, kau tak biasa-biasa nya pulang ke rumah mu kan?” tanya Seohyun hati-hati

“itu bukan rumahku” jawab Kyuhyun singkat, Seohyun mengernyitkan alis nya “tempat yang kau bilang rumahku itu, itu bukan rumahku” ujar Kyuhyun pelan

“itu..” kyuhyun tampak berpikir terlebih dahulu sebelum melanjutkan perkataan nya “tempat itu adalah rumah orang yang mengaku sebagai ayah ku”Seohyun melihat bagaimana perubahan ekspresi Kyuhyun yang begitu cepat, untuk pertama kali nya, ia mendengar nada Kyuhyun begitu sinis saat membicarakan seseorang. “dia, orang yang mengaku sebagai ayahku itu, ia sedang sakit sekarang” Kyuhyun meminum kembali kola nya dengan senyum yang meremehkan. Senyum yang Seohyun tak suka.

“tiga hari yang lalu, sekertaris nya menemui ku, ia berkata bahwa orang itu terkena serangan jantung, cihh, jadi untuk itu dia menemuiku tempo hari yang lalu, ia ingin aku kembali pada nya, ia menyuruhku menjadi penerus perusahaan nya, karena ia sudah sakit-sakitan sekarang” Kata-kata kasar itu keluar begitu saja dari mulut Kyuhyun. ia perhatikan Kyuhyun yang kini menatap lurus-lurus kola yang ia pegang. Entah mengapa, hati Seohyun tiba-tiba merasa hampa saat melihat ekpresi Kyuhyun saat ini.

 

“dia, meminta ku untuk tinggal bersama nya, meminta ku untuk memaafkan nya, memaafkan nya kerena pernah meninggalkan aku dan ibuku dulu.” Seohyun bersumpah ia bisa melihat kilatan air mata dari mata Kyuhyun. Seohyun lantas menghadap kan dirinya disisi Kyuhyun, menatap sisi wajah Kyuhyun yang kini kembali meneguk cola nya.

“aku tak bisa melupakan nya, saat dia lebih memilih wanita lain dari pada ibuku, saat ia mengusir ibuku yang menangis karena mengetahui perbuatan nya yang selingkuh dengan wanita lain. Saat ia menyuruh ibuku untuk keluar dari rumah di hari hujan di musim dingin 10 tahun yang lalu”

Suara Seohyun seakan tercekat saat mendengar cerita Kyuhyun. entah mengapa ia merasa ia ingin menangis mendengarnya. “aku tak bisa melupakan saat pria itu mendorong ibuku ke jalanan, saat itu aku yang berusia 10 tahun kulakukan apa yang aku bisa, aku berteriak didepan pria brengsek itu, aku bersumpah tidak akan mengganggapnya sebagai ayahku lagi sejak saat itu”

Kyuhyun tersenyum mengejek pada dirinya sendiri

“4 tahun sesudahnya, ibuku meninggal, sesaat sebelum nya, aku bertekad menemui pria itu karena ibuku bilang ia ingin menemuinya sebelum ajal menjemputnya, tapi apa yang ia lakukan? Ia suruh sekertaris nya menemuiku, menyuruh ku pulang karena ia sedang sibuk”

Tanpa sadar kaleng yang Kyuhyun pegang remuk karena genggaman nya yang kuat “dan kini.. setelah apa yang ia lakukan pada ibuku, setelah ia mengusir nya begitu saja, ia meminta ku untuk kembali kepada nya” Kyuhyun menghapus dengan cepat setetes air matanya yang jatuh, kemudian tertawa miris pada dirinya sendiri “tapi dia terlihat begitu mengenaskan sekarang. Bukankah seharusnya dia hidup lebih baik Dengan harta dan wanita yang mengelilinginya? Kenapa dia terlihat sangat menyedihkan kalau begitu?”

Seohyun menyentuh lengan Kyuhyun sehingga membuat pria itu menolehkan wajahnya kearahnya “aku.. aku tak tahu harus menghiburmu atau atau hal-hal semacam itu pada mu kyu, tapi..” Seohyun menyentuh pipi Kyuhyun, mengelus wajah pria itu dengan ibu jarinya.”tapi percayalah, di lubuk hatinya yang paling dalam, ia sangat menyesal. Ayahmu, ia pasti merasakan penyesalan yang dalam saat menyuruh kalian pergi dari hidupnya. Ia pasti menyesal karena kehilangan harta nya yang paling berharga sekarang, Untuk itu ia mencarimu, agar ia bisa minta maaf pada mu. satu-satu nya hartanya yang kini tersisa.”

Kyuhyun hanya diam mendengar penuturan Seohyun barusan “bolehkah aku memeluk mu? sebentar saja?” Seohyun mengerjapkan mata nya. kemudian menganggukan kepalanya pelan. Kyuhyun memegang bahu Seohyun, perlahan-lahan ia mulai membawa Seohyun dalam pelukan nya.

Seohyun bisa merasakan nafas kyuhyun menyapu lehernya, Seohyun lantas menaikan tangan nya kepunggung Kyuhyun, mengusap pelan punggung namja itu. ia bisa mendengar Kyuhyun bergumam dan bertanya pada dirinya “haruskah aku memaafkan nya Seohyun ah?”

 

Your Call

Kyuhyun berjalan di pelataran area gedung barat dengan langkah lesu. Baru saja sekertaris ayahnya menelepon nya kembali, ia mengatakan keadaan ayah nya yang mulai membaik, ia sudah mulai siuman sekarang, walaupun demikian kondisi ayahnya itu bisa berubah dengan cepat, kalau ia merasakan tekanan dari manapun, oleh karena itu ia diminta untuk menjenguknya. Karena sang ayah yang memang sangat ingin bertemu dengan nya.

Sebenarnya ia ingin sekali mengabaikan pria itu. masih ada sisa rasa sakit hati dalam dirinya. Luka itu seolah tak ingin hilang dari benak Kyuhyun. apa yang telah dia lakukan kepada ibunya membuat Kyuhyun merasa sangat membenci nya, tapi disisi lain Kyuhyun tak tega melihat kondisi pria itu yang begitu lemah. Apakah ia harus mengabaikan permintaan ayah kandungnya sendiri yang ingin menemui nya?

“‘temuilah dia Kyu, ia membutuhkan mu, jangan melakukan hal yang pernah ia lakukan pada mu, karena itu akan membuatmu sama jahatnya seperti appa mu dulu, temui dia, bagaimanapun dia adalah pria yang eomma mu cintai”‘ Kyuhyun menghela nafasnya saat teringat nasehat Seohyun semalam. “hahh, ini menyebalkan” rutuk Kyuhyun pelan

Kyuhyun masih bergelut dengan pikiran apakah sebaiknya ia menemui ayahnya atau tidak sampai ada seseorang yang merangkul pundak nya dari belakang. “ya cho Kyuhyun, kemana saja kau? Aku nyaris tak pernah melihatmu akhir-akhir ini” Kyuhyun melihat Lee Hyuk jae tengah nyegir kuda pada nya. “sedang ada urusan sedikit” jawab Kyuhyun singkat

“kau ini, selalu saja begitu” kini Kyuhyun dan teman nya itu berjalan memasuki gedung sisi barat KBS tv, kemudian ia bisa mendengar hyuk jae berbicara pada nya lagi “kau tau, beberapa hari yang lalu saat kau menghilang itu Seohyun berulangkali mencecarku , bertanya dimana kau berada setiap kali kita bertemu , ahh dia tidak jauh berbeda dengan Jessica, agak menyebalkan kalau masalah pria yang disukai nya”

Kyuhyun tertawa mendengar perkataan Hyuk jae barusan mengenai kekasih barunya jessica, entah apa yang dilihat gadis itu sampai mau dengan teman seperjuangan nya ini. Tapi di balik itu semua, ia merasa raga nya tengah membumbung tinggi sekarang. Mendengar betapa Seohyun mencemaskan nya. dan mungkin saja apa yang hyuk jae katakan itu benar? Ada harapan bahwa Seohyun juga menyukai nya.

Tapi perasaan melayang yang Kyuhyun rasakan itu runtuh seketika saat ia melihat pemandangan koridor didepan nya. Kyuhyun merasakan gejolak tidak suka yang luar biasa menggelegak dari dasar lambung nya. Kyuhyun menjejalkan tangan nya yang mengepal ke saku kantong jaketnya. Menghalanginya untuk tidak melayangkan tinjunya pada pria yang kini mendekatkan wajah nya pada sesosok gadis yang dihimpitnya di dinding koridor sempit itu.

Hyuk jae yang heran kenapa Kyuhyun berhenti tiba-tiba ikut mengalihkan pandangan nya pada seseorang yang Kyuhyun tatap. Hyuk jae bergidik ngeri melihat pemandangan dihadapan nya itu dan langsung menoleh pada Kyuhyun yang ekspresinya telah mengeras kini. Ia bisa melihat kyuhyun mengepalkan tangan nya sebelum akhirnya ia menjejalkan tanganya sendiri ke saku jaketnya, dan berjalan cepat berbelok di ujung ruangan.

Hyuk Jae menghela nafasnya sebelum akhirnya bergegas menyusul Kyuhyun yang tengah emosi itu. “haaahh, sepertinya akan ada masalah besar nanti” gumam hyuk jae sambil melirik sekilas orang yang tengah bermesraan itu.

Your Call

Seohyun tengah memainkan ponsel nya, menghubungi sahabatnya yang ingin bertemu di kafe dekat apartemen nya jam 8 malam nanti. Seohyun tergelak saat mendengar sms jessica yang berbunyi bahwa pertemuan itu sekaligus merayakan masa-masa lajang terakhir Sooyoung dan selaligus membicarakan progres kencan buta yang taeyeon ikuti beberapa hari lalu.

Fokus pikiran Seohyun masih tertuju pada pesan singkatnya dengan jessica sampai ada suara yang memanggil nama nya. “Seohyun-ah” Seohyun menolehkan kepala nya kebelakang, mendapati Lee Jonghyun tengah berlari kearah nya. “oh anyeong” balas Seohyun sambil melemparkan senyum nya.

“sedang sibuk?”

“aku? Ya, besok mubank akan menggelar episode spesial kan? Bukan kah grup mu juga tampil?” mereka berjalan beriringan sekarang. Lee Jonghyun tertawa renyah pada nya “ya, untuk itu aku kemari, mempersiapkan untuk live stage besok” Seohyun mengernyitkan dahinya, bukan nya gladi resik akan di laksanakan besok siang? sebelum acara dimulai? Jadi untuk apa pria itu mempersiapkan nya sekarang?

Mungkin laki-laki itu tau apa yang sedang Seohyun pikirkan karena detik berikutnya yang Seohyun dengar adalah jonghyun tertawa kepada nya “sebenarnya tidak 100% untuk mempersiapkan stage live, aku disini menemani manager ku yang sedang ada urusan dengan PD disini, lagi pula” Jonghyun menolehkan wajahnya, menatap Seohyun dengan sungguh-sungguh “aku disini karena aku ingin bertemu dengan mu, aku merindukan mu”

Seohyun mengedipkan matanya bingung, sebelum tertawa mendengar penjelasan Jonghyun barusan “kau itu bisa saja tuan Lee” ujar Seohyun sambil menepuk pundak pria itu keras.

“aku tidak bercanda”

Seohyun kembali mengerjapkan mata nya sebelum akhir nya ia mendapat alasan yang paling masuk akal mengenai alasan lee jonghyun merindukan nya. “arra, aku juga merindukan mu kalau begitu” Jonghyun menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, gadis ini susah sekali dibuat terkesan ternyata. Jonghyun hendak membuka kembali mulutnya, menjelaskan maksud rindunya adalah rindu seorang lelaki pada seorang wanita sampai ada suara di belakang nya yang kontan membuatnya menoleh.

“permisii, barang berat mau lewat” empat orang pegawai tengah membopong meja besar melewati lorong yang cukup sempit ini. Jonghyun otomatis menarik tangan Seohyun untuk minggir ke dinding disamping nya. yang otomatis membuat gadis itu terhimpit di dinding koridor dengan jonghyun di hadapan nya. Seohyun meringis saat kepalanya terbentur pelan dinding koridor, Jonghyun semakin menghimpit tubuh mungil Seohyun saat pegawai-pegawai itu melewati mereka.

Jarak antara Jonghyun dan Seohyun kini begitu dekat, Seohyun bahkan bisa merasakan sapuan hangat nafas pria itu menerpa wajahnya. Seohyun masih terhipnotis dengan sorot mata tajam laki-laki itu. sampai sebuah kesadaran menyapa nya. “Jo..jonghyun, apa yang akan kau lakukan” Seohyun sedikit menolehkan wajahnya kekiri, perasaan gugup dan takut bercampur jadi satu dalam benaknya sekarang.

“jong.. jangan aku moh—” perkataan Seohyun kontan terpotong saat bibir milik Jonghyun menyentuh lembut bibir milik nya, Seohyun membelalakan mata nya, ia benar-benar kaget atas tindakan laki-laki itu, tangan Seohyun yang masih memegang ponselnya nyaris lemas sekarang.

Seohyun bisa merasakan jonghyun mengecup lembut bibirnya, tiba-tiba saja, keasadaran kembali menguasainya, dengan segala tenaga yang ia punya ia dorong tubuh Jonghyun menjauh darinya, membuat pria itu terpental ke sisi dinding lain koridor. Dan tanpa melihat kearah pria yang kini tengah menatapnya dengan tatapan bersalah itu Seohyun langsung berlari melangkah kan kakinya pergi.

Jonghyun, yang sadar setelah dorongan keras seohyun itu mengacak rambutnya frustasi “demi tuhan, apa tengah yang kau lakukan Lee Jong hyun?” rutuk namja itu melihat punggung Seohyun yang berlari menjauh dari nya.

TBC

Kira2 bagaimana kelanjutan fict abal saya ini? Nantikan di postingan selanjutnya saudara-saudara *muka serius* kekekee~

PS : buat font paragraf yang berantakan saya minta maaf, pokoknya terimakasih sudah baca + komen ^^

 

 

 

 

Iklan

11 thoughts on “Your Call 5

  1. hancur sudah hati kyu. sorry baru komen di part ini. tau sendiri lah kalo dari hape itu gimana. sorry ya~ aku suka ff ff kamu jung… eh aku jg jungg..

  2. Tanpa baca part 4 ny , saya nekat loncat ke part 5..aduhhhhh kenapa?? Kenapa?? Kyu ny marah pasti ini, aduhhhhh jong sh main cium gadis orang..

  3. Ahhh jonghyun lagi jonghyun lagi *asah golok* annyeong eonni..aku baca part 1-4 di MCLS+komentarnya,jadi aku komentarnya di part 5 aja ya..lanjut dong eonni,jangan lama lama ya 😀 eonni follow back aku boleh?gak juga gak papa kok,hwaiting for writing!?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s