Farewell is Coming

Farewell is Coming

Author : Jung Sherry

Genre : Mariege life. Romance, sad

Type : 2shoot or 3shoot

Cast :

Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun

Seo Joo Hyun as Park Seo Hyun

OC’s

 

Standart disclaiamer applied


 

A/N : saya tidak tahu apa fict ini bisa disebut fict galau, mungkin dengan mendegar lagu galau saat baca fict ini maka feel sad nya akan kerasa, tapi kalau enggak juga, mungkin memang kesalahan dari saya yang tidak pandai memainkan hati readers nim semua (testimoni yg aneh) well, selamat membaca dan berkomentar ^^

 

Firewell is Coming

 

Park Seo Hyun kini tengah duduk termenung di ranjangnya, menatap langit biru melalui pintu geser kaca di kamar tempat ia tidur. Pandangan Wanita berusia 29 tahun itu menerawang hampa, menembus gumpalan awan putih yang menggantung di atas sana. Sesekali tanpa sadar air matanya jatuh membasahi pipi tirusnya.

 

Ia menghirup udara disekitarnya banyak-banyak, berharap hal itu akan mampu mengurangi rasa sesak yang menggelayuti benaknya. Tenang, ia harus tenang. Bukan kah ini bukan untuk yang pertama kalinya ia mengalami hal seperti ini? Bukankan ini adalah sesuatu yang sering ia alami selama 7 tahun terakhir ini?

 

Ya itu benar, ia sudah sangat sering mengalami nya, begitu sering sampai ia lupa sudah berapa kali orang itu menyakitinya, menorehkan luka dalam di hatinya. setitik air mata kembali turun tanpa bisa ia cegah. tapi entah mengapa, sebanyak apapun orang itu menyakitinya, saat ia mensugestikan diri ia tak papa, maka sebanyak itu pula ia akan merasa limbung, merasa lelah dengan segalanya, merasa tak punya tempat untuk ia bersandar.

 

Seohyun menghapus air mata itu dengan punggung tangan nya. memegang dadanya yang terasa sesak , ia menghembuskan nafasnya pelan “tidak papa, kau sudah terbiasa melihatnya seperti itu Seo Hyun ah, tidak papa” hibur Seohyun pada dirinya sendiri.

 

“Eommaa.. aku pulang odigayo?” suara sikecil Ji Hyun memenuhi ruang tengah apartemen mereka. Seohyun buru-buru menghapus sisa air matanya “Eomma dikamar sayang masuklah” balas Seohyun. Seorang gadis kecil berambut coklat panjang dengan pipi chuby masuk ke kamar nya dengan senyum yang mengembang.

 

“Eomma, coba tebak? Kenapa Ji Hyun sangat gembira hari ini?” Seohyun tersenyum melihat tingkah putri kecilnya itu, lalu menggeleng pelan “Ji Hyun akan tampil di drama perpisahan kakak kelas bulan november nanti Eomma” Seohyun lalu menggendong Ji Hyun mendudukan malaikat kecilnya itu di pangkuan nya.

 

“benarkah? Waah putri Eomma memang hebat” bangga Seohyun lalu memeluk erat Ji Hyun. “Joon Oppa bahkan mendapatkan pemeran utama, kalau Ji Hyun hanya ditunjuk untuk bermain piano dalam drama Eomma”

 

“tapi Ji Hyun senang kan? Bukan kah jihyun mau menjadi pianis jika besar nanti?” tanya Seohyun “Ne, ji hyun ingin menjadi seperti Eomma saat dewasa nanti.. emm Eomma?” Seohyun merenggangkan pelukan nya, menatap manik mata putrinya “hem?”.

 

Ji Hyun balas memandang mata ibunya “bisakah Eomma meminta Appa untuk mengosongkan jadwalnya saat kami tampil nanti? Bisa ya Eomma?” Seohyun terdiam mendengarnya, perlahan tersenyum pada gadis kecilnya “tentu, Eomma akan bilang pada Appa untuk pulang dari jepang dan menoton pertunjukan kalian”

 

“benarkah? Eomma janji?”

 

“ne,,, sudah Jihyun, ayo lepas seragam mu, oh ya mana kakak mu? Kenapa Eomma tak mendengar suaranya?

 

 

“Eomma..”

 

“wae? Putra eomma tidak bisa tidur? Sini kita tidur bertiga” balas Seohyun saat melihat putra nya Joon menyembul kan kepalanya di pintu kamarnya. Tidak biasanya Kakak kembar Ji Hyun ini merengek manja seperti ini, kalau Ji hyun lebih sering memilih tidur malam bersama nya. Joon lebih senang tidur sendiri. Bocah laki-laki ini tidak pandai mengungkapkan perasaan nya, sama seperti halnya Seohyun.

 

Joon lalu melangkahkan kakinya menuju ranjang king size eomma nya, lalu ikut merebahkan badan nya diantara jihyun yang sudah terlelap dan juga eomma nya. “tidak bisa tidur?” tanya Seohyun sambil menepuk-nepuk lembut perut Joon. Menghadap langsung kearah putra kesayangan nya itu.

 

“aniyo..”

 

“apa ada yang sedang kau pikirkan?” tanya Seohyun lagi. Bocah berambut ikal itu terlihat berpikir sejenak “Jae Hyuk teman sekelasku berkata padaku bahwa orang tua yang tidak tidur bersama berarti mereka tidak saling mencintai satu sama lain atau sedang bertengkar, dan pasti tidak lama kemudian akan berpisah, eomma dan appa juga begitu kan? Eomma dan appa jarang tidur bersama” tanya Joon pelan.

 

Seohyun terdiam mendengar pertanyaan polos putranya itu. hatinya seakan tertusuk mendengarnya. entah mengapa saat putranya sendiri yang mengatakan hal itu kepadanya membuat Seohyun merasakan bahwa kenyataan itu mungkin akan terjadi, perpisahan mereka, cepat atau lambat mungkin akan menjadi kenyataan Jika keadaan ini tetap berlangsung, jika hanya Seohyun yang berusaha mempertahankan semua ini, tanpa itikad baik dari sang suami. Karena jujur saja, ia juga sudah mulai lelah, dan ia takut jika ia akan goyah.

 

Seohyun menelan ludahnya, ia tak pernah memikirkan kemungkinan ini sebelumnya. Perpisahan nya dengan pria itu, dengan suaminya sendiri, sebenarnya ia tak pernah membayang kan itu terjadi. Tapi saat ini, saat ia melihat sorot mata cemas dari putranya itu membuat ia mempunyai pikiran, sanggupkah ia bertahan lebih lama lagi? Ia sudah bertahan selama 7 tahun terakhir, mencoba segalanya yang ia bisa untuk mempertahankan rumah tangganya.

 

Tapi Seohyun bukan malaikat.. ia manusia biasa yang menangis saat malam tiba, yang merasa lelah atas semua yang suaminya lakukan, seoarang manusia biasa yang merasa terperosok akan luka begitu dalam saat menyadari kenyataan, bahwa suaminya sama sekali tak memperdulikan nya. harus bagaimana? harus bagaimana ia menjawab pertanyaan putranya yang berusia 7 tahun itu?

 

“Eomma? Kenapa eomma melamun?”

 

“apa? Ah aniya, eomma hanya berpikir bagaimana kau bisa berpikir seperti itu Joon-ah, kau tahu kan sayang, appa tengah bekerja keras di jepang saat ini, jadi.. ehm,, jadi tentu saja appa jarang tidur disini bersama eomma dan kalian. Benarkan Joon-ah? Lagipula.. untuk siapa lagi appa bekerja keras sepeti itu jika bukan untuk Jihyun dan Joon” kau lagi-lagi membohonginya Seohyun, membohongi putra mu, desah Seohyun dalam hati.

 

Senyum terukir diwajah tampan putranya itu. sebersit rasa bersalah muncul dibenak Seohyun. Jika saja ia tahu, jika saja putranya tahu ibu dan ayahnya memang tak pernah merasa memiliki satu sama lain. Ah tidak, hanya Kyuhyun, hanya pria itu yang merasa seperti itu. sedangkan Seohyun.. ia mencintai pria itu. ya ia mencintai Cho Kyuhyun suaminya.

 

“kalau begitu Joon tidak perlu khawatir lagi kan Eomma?” tanya nya lagi.

 

Seohyun hanya memberikan senyum kecilnya pada jagoan kecilnya itu. “kajja kita tidur, besok Joon harus berlatih drama kan? Jja, tidurlah.” Seohyun mengelus-elus kening putra nya itu penuh dengan rasa sayang, “Besok aku harus menemuinya, ya aku harus bicara dengan nya” gumam Seohyun dalam hati.

 

Seohyun melangkahkan kakinya menuju gedung Cho Corp dengan langkah mantap. Menemui suaminya yang sudah sebulan ini tidak pulang ke rumah. Selama ini ia terpaksa membohongi putra dan putrinya, mengatakan bahwa ayahnya bekerja di jepang. oleh sebab itu Kyuhyun sering tidak berada dirumah.

 

Cho Kyuhyun adalah penerus perusahaan keluarga nya yang sekaligus adalah suami nya. mereka menikah karena di jodohkan. Walau pun Seohyun tahu jika Kyuhyun tidak mensetujuinya. Tapi ia juga tak bisa berbuat apa-apa atas perjodohan keluarga itu. posisi keluarga mereka memang sedang genting. perjodohan ke duanya, dalam hal ini Seohyun dan Kyuhyun adalah solusi efektif untuk menyelamatkan kondisi perusahaan saat itu.

 

Seohyun mengangguk kan kepalanya singkat saat pegawai Kyuhyun membungkuk hormat pada nya. istri bosnya. Seohyun lalu berjalan mantap ke ruangan suaminya, tersenyum pada sekertaris Kyuhyun. Yoon dojoon yang menyambutnya

 

“ahh, nyonya Seohyun, maaf tapi direktur sedang rapat sekarang, ehh, anda bisa kembali lagi em, 1 jam lagi nyonya” ujar pria muda itu. “Tidak apa, aku akan menunggunya disini, tidak masalah kan?” tanya Seohyun lalu mendudukan dirinya di sofa panjang yang tersedia disana.

 

“tentu saja tidak papa, bahkan jika kau memaksa masuk pun tak masalah” Seorang wanita cantik berambut pendek merentangkan kedua tangan nya, menyuruh Seohyun untuk memeluknya. “apa kabar Hyunie ya?” Kontan Seohyun bangkit dan menghambur dalam pelukan nya. sudah 5 tahun ini ia tak bertemu dengan nya.

 

“Ahra Eonnie, aku merindukan mu”

 

“nado.. aigoo, kenapa adik kesayangan ku jadi begitu kurus begini? Kau diet ketat Hyunie?” tanya Ahra lalu melepaskan pelukan nya. “aniii, Eonnie kapan datang, kenapa tak memberitahuku?”

“baru saja datang dengan pesawat pertama, aku langsung kesini tadi, mana bocah tengik itu, kenapa ia berbohong, Ia mengatakan bisa menemuiku jam 2 nanti” Seohyun tersenyum, kakak iparnya ini tak pernah berubah “ia sedang rapat diruangan nya Eonnie, kita tunggu saja disini, sampai jam 2? ”

 

“rapat, diruangan nya? lalu apa gunanya ruang direksi kalau ia rapat menggunakan ruangan direktur untuk rapat, ia pasti sedang tidur siang seperti biasa nya. ayo masuk saja” Ahra lalu mengamit tangan Seohyun. Menggandeng tangannya untuk memasuki ruang direktur.

 

“Kyuhyun pasti senang kalau—” Ahra menghentikan ucapan nya, matanya melebar seketika saat pintu ruangan itu ia buka. Membuat Seohyun mengalihkan pandangan nya kedalam ruangan. Seohyun kontan memalingkan wajahnya nya saat melihat suaminya bercumbu dengan gadis yang ia tak kenal. Matanya memanas, seluruh udara yang ada di paru-parunya terasa menghilang. kembali Didengarnya ahra berteriak keras disampingnya.

 

“CHO KYUHYUN! APA YANG KAU LAKUKAN?!” sentakan ahra sontak membuat 2 pasangan itu saling melepaskan diri. Seohyun masih memalingkan wajahnya. “Eonnie, maaf kan aku tapi sudah waktunya untuk menjemput Joon dan Jihyun, aku permisi” Setitik air mata jatuh saat seohyun mengucapkan nya. ia membungkukan badan nya pada kakak iparnya nya itu. lalu bergegas keluar dari ruangan Kyuhyun.

 

“Seohyun tunggu, kau tak boleh seperti ini” Ahra menahan lengan nya, mencegah nya untuk pergi “aku..” Seohyun melirik Kyuhyun yang menatap datar lantai di bawahnya “aku tak papa, aku pamit, keroum ” Ahra hendak mencegah kepergian adik iparnya itu lagi, namun gadis itu sudah melesat pergi begitu saja.

 

Ahra kini memutar tubuhnya, ganti menghadap ke arah adik laki-lakinya. Adik yang paling ia sayangi. “kau keluarlah” ahra dapat mendengar Kyuhyun berbicara pada wanita disebelahnya itu. wanita berambut merah menyala itu mendumel mendengar nada ketus dari Kyuhyun “aku bilang keluar!” wanita itu lalu bangkit dan pergi. Meninggalkan ahra dan Kyuhyun sendiri.

 

Ada hening yang begitu mencekam yang menguasai atmosfir ruangan ini. Ahra tak sedikitpun bergerak dari tempatnya berdiri. Ia memandang adik nya itu tak percaya. Bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin pria ini bahkan tak mengejar istrinya? Apa Seohyun begitu tak berharga baginya? Mereka memang di satukan dalam ikatan perjodohan tapi, apa 7 tahun pernikahan mereka begitu tak berarti bagi adiknya ini?

 

“kau.. coba kau jelaskan apa yang terjadi? gadis itu tadi, dan Seohyun” ujar ahra terbata, tenggorokan nya terasa kering sekarang. Ia pandangi wajah Kyuhyun yang kini telah balas memandangnya.

 

“tidak ada yang perlu di jelaskan, ini semua persis seperti yang Noona lihat, aku tak akan mengajukan pembelaan”

“Apa?” ulang ahra seakan tak percaya atas apa yang ia dengar.

 

Kyuhyun terdiam sejenak “semua yang Noona lihat, semuanya adalah kenyataan”

 

Ahra nyaris akan meledakan amarahnya mendengar penjelasan Kyuhyun. “jadi kau bermain dibelakang istrimu begitu? Jadi selama 7 tahun pernikahan mu ini, hubungan mu dengan Seohyun masih seperti yang dulu? kau masih mengacuhkan Seohyun , menganggap nya tidak ada begitu?? Jawab tidak jika memang tidak seperti itu Cho Kyuhyun!!” bentak ahra keras pada Kyuhyun.

 

“ya, aku memang seperti itu noona” jawab kyuhyun tegas.

 

Ahra merasa seluruh wajahnya memanas sekarang, adik nya, adik lelaki kebanggan nya, melontarkan kata-kata itu seolah tidak ada yang salah dengan perbuatan nya. ingin sekali ia menampar nya, jika perlu ia ingin sekali menghajarnya saat itu juga

 

“lalu..”ahra menghirup oksigen disekitarnya, berusaha mengontrol emosinya “lalu kenapa kau setuju menikahinya kalau begitu? Kenapa kau menikahinya kalau kau hanya menyia-nyiakan hidup gadis itu, jawab aku”

 

Kyuhyun memandang ahra dengan tatapan berkilat kilat “memangnya siapa yang mensetujuinya? Bukan kah ayah dan ibu yang merancang itu semua, bahkan saat ku katakan aku sudah mempunyai kekasih saat itu? bukan kah kalian tanpa sedikitpun melihat bagaimana perasaan ku saat itu, menjodohkan ku dengan Seohyun, lalu apakah salah jika semua ini terjadi? Seharus nya kalian akan berpikir jika kemungkinan ini terjadi!”

 

“jaga bicaramu Cho Kyuhyun” desis ahra , menahan emosi nya. Kyuhyun bangkit dari tenpatnya duduk, Berjalan ke arah jendela kaca besar disana

 

“apakah noona tahu bagaimana aku mencintai Hyura saat itu? aku bahkan telah melamarnya, berniat menjadikan nya istri ku, tapi apa yang kalian laku kan? Menyeretku dengan paksa untuk menikahi gadis itu dengan alasan perusahaan. bahkan sampai saat ini , sampai 7 tahun pernikahan ku dengan nya tak membuatku benar-benar melihatnya” tukas Kyuhyun yang membelakangi kakak nya.

 

“bagaimana” ahra menelan ludan nya, air mata nya nyaris jatuh sekarang “bagaimana mungkin kau tega melakukan ini Cho Kyuhyun? kenapa tak kau ceraikan saja istrimu dari pada harus seperti ini? , ini bahkan lebih buruk dari pada harus berpisah dengan nya, mengacuhkan nya selama 7 tahun, berselingkuh di belakangnya” desis ahra, emosinya sudah berada di ambang batas sekarang.

 

“aku tak bisa menceraikan nya, ia tak punya siapa-siapa sekarang orang tuanya telah tiada. Ia tak punya sanak saudara, tidak bisa, aku tak bisa membiarkan anak-anak ku hidup menderita jika kami berpisah”

 

Ahra mendengus keras, tak percaya dengan alasan yang dilontarkan adiknya. “kau, sungguh brengsek Cho Kyuhyun, kau tahu itu?, apa kau pikir, dengan ia tak mempunyai keluarga manapun yang menampungnya, membuatmu membenarkan tindakan mu, begitu? Lalu apa katamu? Kau tak ingin membuat hidup anak-anak mu menderita? Apa kau tidak sadar perbuatanmu itu m-e-m-a-n-g membuat mereka terluka. Kau sungguh keterlaluan”

 

Kyuhyun tak menjawab, ia hanya memandang gedung-gedung bertingkat dari kaca jendela nya. menelan semua ucapan kakak nya.

 

“baiklah aku mengerti, kau memang tak mencintai istrimu aku mengerti, lalu bagaimana dengan Joon dan Ji hyun? Bagaimana dengan mereka? Pernah kah kau memikirkan mereka? Pernah kah kau berpikir bagaimana mereka membutuhkan mu, TATAP MATA KU, CHO KYUHYUN” ahra berteriak kencang sekarang, persetan dengan seluruh pegawai bisa mendengarnya atau tidak. Ia tak peduli. Yang ia pedulikan adalah bagaimana nasib Seohyun dan 2 keponakan nya nanti.

 

“kau.. kau memang tak tahu bagaimana rasanya, kyu.. tak tahu rasanya tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah” Ahra mulai terisak sekarang “kau..”ahra menghapus air mata yang mulai deras membasahi pipinya “kau tak tahu bagaimana beratnya seorang ibu membesarkan anaknya sendiri kyu” ahra nyaris tersedak air matanya . Membuat kyuhyun menoleh menghadap kakak nya itu.

 

“aku tahu betapa sulitnya membesarkan anak sendirian, semenjak kakak mu tiada aku tahu bagaimana rasanya. Dan Seohyun.. ia ternyata mengalami hal serupa dengan ku. hanya saja ia lebih menyedihkan, keadaan Seohyun jauh lebih menyedihkan dari pada aku yang harus membesarkan putra ku sendiri, mempunyai suami yang tak peduli dengan keluarga nya sendiri”

 

“noona aku, ” ahra merentangkan tangan nya menghentikan langkah kyuhyun yang berusaha mendekatinya. “ceraikan Seohyun, kalau kau tidak bisa melakukan nya, aku yang akan melakukan nya untuk mu. kau tak perlu khawatir, aku akan tetap menganggap nya sebagai saudaraku sendiri, aku akan membantunya semampu yang aku bisa. Kita urus Joon dan Ji hyun nanti” tukas ahra tegas. menghirup nafas nya dalam-dalam.

 

Ahra menghapus jejak air mata nya, “kau tak perlu repot mengurusi perceraian mu, aku akan mengurusnya, kau hanya tinggal menandatangani nya, dan datang ke pengadilan. Cih, Betapa bodohnya aku menganggap kau akan mulai menghargai dan mencintai Seohyun seiring berjalan nya waktu” ujar ahra dingin, Lalu berbalik dan melangkan kaki nya keluar ruangan.

 

Kyuhyun memandang punggung kakaknya yang mulai menjauh. Ada sebuah perasaan aneh yang kini mengganjal hatinya. Ia melihat punggung kakaknya itu berhenti melangkah. Ahra lantas bicara tanpa menolehkan kepala nya “Seohyun, gadis itu, kau akan menyesal karena telah menyia-nyiakan nya kan nya, kau bisa memegang ucapanku kyu”

 

 

Kyuhyun mencoba kembali memahami grafik penjualan yang tengah ia koreksi saat ini. Ia baca kembali deretan angka itu sampai ia sadar ia tak menangkap maksud apapun dari grafik itu. ia melemparkan kacamata bacanya dengan gusar di meja kerja nya. memijat keningnya yang berdenyut pelan.

 

Kyuhyun lantas merebahkan kepala nya pada sandaran kursinya, menutup matanya barang sejenak, berharap itu akan meredakan sesuatu yang berdenyut dalam kepala nya. Kyuhyun tengah suntuk, ia benar-benar tidak dalam kondisi hati yg bagus untuk bicara dengan siapa pun saat ini. Kyuhyun kembali membuka matanya. Bangkit dan menyambar jas nya, ia harus keluar untuk menenangkan pikiran nya. tidak, tidak hanya pikiran, tapi juga perasaan nya yg terasa berat sekarang.

 

***

“jangan takut appa akan memegang sepeda mu, ya bagus, seperti itu hae won ah” puji sahabatnya Donghae, yang kini tengah mengajari putri semata wayang nya mengendarai sepeda roda dua. “Eomma, lihat akuu, aku bisa naik sepeda horeee” membuat Yoona ibunya melambaikan tangan nya ke arah putrinya itu “hati-hati Hae Won ah” teriak Yoona bocah kecil yang seumuran dengan ji hyun itu terlihat senang sekali, ia memutari Donghae ayahnya dengan gembira. Yang entah mengapa membuat hatinya terasa sedikit ngilu

 

“Yoona-ya” panggil Kyuhyun yang masih memandang Hae Won lekat-lekat. “bukan kah Donghae sering meninggalkan mu tugas keluar negeri?” Yoona dan Kyuhyun yang saat itu tengah duduk di meja taman pekarangan belakang, mengawasi Donghae yang tengah mengajari Hae Won naik sepeda. Istri dari sahabat karib nya itu menoleh pada nya.

 

“apakah, apakah begitu berat bagimu saat Donghae tidak ada disisi mu?” tanya Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangan nya pada putra Yoon-hae itu “berat? Tidak, mungkin karena aku tahu hae Oppa memang bekerja untuk kami, walaupun aku harus mengakui, kadang-kadang tidak mudah bagiku untuk mengurus Hae Won sendiri. Ada kalanya disaat-saat seperti itu aku begitu merindukan donghae oppa sampai ingin menangis”

 

Kyuhyun lalu menoleh kearah wanita yang juga teman SMA nya itu “apa begitu berat saat kau merawat Hae Won sendiri?”

 

“tentu saja, sebenarnya merawat seorang anak adalah hal yang berat, karena itu adalah tugas dari kedua orang tuanya, mendidik bersama, memberikan kasih sayang yang utuh untuk mereka, bukan kah itu harus di lakukan oleh ke dua orang tuanya? Karena itu sudah menjadi kewajiban mereka bukan? Karena itu tentu akan berat jika mengurus sendiri, karena terkadang aku juga berperan sebagai ayah untuk Hae Won”

 

Kyuhyun terdiam mendengarnya, lalu ia kembali mengutarakan pertanyaan nya “bagaimana jika ada seorang ayah yang, ahh tidak begitu memperhatikan anak-anak nya? apa pendapatmu Yoona-ya?”

 

“dia akan menyesal, ayah yang seperti itu tidak tahu betapa sebenarnya putra-putri mereka membutuhkan nya, tidak tahu betapa mereka begitu menyayangi ayah mereka. Ayah yang seperti itu—ia akan menyesal karena telah melepaskan kelurganya, orang-orang yang paling memperdulika nya selama ini” jawab Yoona tegas, matanya tertuju pada Donghae sekarang

 

Kyuhyun kembali menatap lurus pandangan di hadapan nya. entah mengapa, tiba-tiba saja ia merindukan joon dan jihyun.

 

Kyuhyun melangkahkan kaki nya menuju sebuah ruang pertunjukan yang dimiliki oleh sekolah dasar Apgujong. Ia mengembangkan senyum nya saat ia menangkap bayangan anak lelakinya Cho Joon Hyung sedang menghafal naskah drama bersama teman-teman sebaya nya. ia hendak menghampiri putra nya itu sampai ia mendengar suara gadis kecil yang ia kenal

 

“tentu saja, ayah ku juga begitu” Kyuhyun menoleh kan kepalanya, dilihatnya Ji Hyun putrinya sedang bercerita bersama sekelopok teman nya putri nya itu membelakangi nya. Kyuhyun kembali tersenyum. Perlahan ia berjalan menuju tempat duduk tidak jauh dari tempat putrinya itu bercerita, mendengarkan celoteh putrinya yang sudah lama ia rindukan diam-diam.

 

“tidak hanya ayah kalian yang seperti itu, ayah ku juga, ia suka membelikan kami mainan yang banyak walaupun ia sedang sibuk di Jepang” ujar Ji hyun pada teman-teman nya “benarkah?” Jihyun menganggukan kepalanya bersemangat.

 

“ayahku selalu menitipkan mainanya pada ibuku, kalian tau ayahku bekerja keras untuk kami, ia begitu menyanyangi kami” Celotehan putri kecilnya itu membuat hati kyuhyun seolah tersindir, tak sadar meremas jas yang ia pegang. Ia sama sekali tak pernah membelikan mereka mainan.

 

Kemudian didengarnya Jihyun kembali berbicara.

 

“ayahku adalah ayah terbaik di dunia, kata ibu ku ayahku adalah malaikat pelindung bagi kami, bahkan ibuku bilang ayahku lebih baik dari pada Super man atau batman” mendengar perkataan polos putrinya itu membuat hati Kyuhyun bergetar. Tak pernah sekalipun Kyuhyun merasa benar-benar buruk seperti ini. untuk pertama kalinya dalam hidup Kyuhyun merasakan perasaan menyesal yang luar biasa menggerogoti benak dan pikiran nya.

 

“Ji Hyun ah~” Tidak hanya Ji Hyun yang menoleh , Kyuhyun juga ikut menoleh ke arah suara yang memanggil nama putrinya itu. seseorang pria menghampiri putrinya dan tersenyum pada nya. Kyuhyun hendak bangkit dari duduk nya karena ia merasa tidak mengenal pria itu, mencegahnya untuk menghampiri putrinya, sampai putrinya sendiri berlari dan menghambur dalam pelukan pria itu.

 

“Changmin ahjussi” pria yang di panggil Changmin itu lalu berdiri dan menggendong Ji Hyun. Kyuhyun tertegun melihat nya “apa latihan nya sudah selesai? Mana oppa mu?” tanya pria itu sambil menatap mata Ji hyun “oppa sebentar lagi selesai latihan, apa Eomma tidak bersama ahjussi?”

 

Pria itu mencium pipi gembul Ji Hyun “anii, eomma mu masih ada di butik, jja bereskan tas mu Ji hyun ah, kita tunggu oppa mu lalu makan es krim di tempat biasa bagaimana?” kyuhyun melihat tawa tersungging dari bibir Cho ji hyun, ada sedikit perasaan tidak terima saat putrinya menyuguhkan senyum manis untuk orang lain. Senyum itu. senyum putrinya itu seharusnya hanya untuk dirinya. Hanya untuk Cho Kyuhyun ayah nya.

 

Seohyun bergegas membukakan pintu apartemen nya setelah mendengar bunyi bel yang di pencet berkali-kali. Tanpa melihat siapa tamu yang datang, seohyun menekan tombol kunci otomatis yang ada di interkom rumahnya. Dan betapa kaget nya Seohyun saat ia melihat suaminya terkulai tak berdaya dalam papahan sekertaris nya.

 

“selamat malam nyonya Cho, maaf tapi sajangnim sekarang sedang sakit, beliau tidak mau di bawa ke rumah sakit, karena itu saya membawa nya kemari, ehh jadi dimana saya bisa membaringkan sajangnim nyonya?” tanya Yoon Do Joon sekertaris pribadi Kyuhyun.

 

Seohyun mengerjapkan matanya sesaat lalu kemudian membuka pintu apartemen nya lebar-lebar “baringkan dia di kamar Do Joon ssi, mari ikut aku” ujar Seohyun lalu melangkah mendahului Do Joon.

 

“sebelah sini” ujar Seohyun sambil membuka kan pintu kamarnya dengan Kyuhyun. “terimakasih Do Joon ssi, maaf telah merepotkan mu, tapi apa yang sebenarnya terjadi pada sajangnim? kenapa dia bisa seperti itu?” tanya Seohyun cemas

 

“animida, sebenarnya kami baru saja menyelesaikan presentasi untuk proyek kami di jeju selama 4 hari, selama itu sajangnim memang jarang sekali makan, dan terus bekerja. Tapi.. tapi saya mendengar beliau memesan banyak bir saat malam tiba, kemarin nyonya, jadi mungkin karena itu kondisi kesehatan sajangnim menjadi memburuk”

 

“jadi, kalian baru pulang dari jeju?”

 

“ne benar sekali nona muda”

    “Lalu, kau belum membawa nya ke rumah sakit?”

    “belum nyonya, sajangnim tidak mau di bawa ke sana, beliau berkata untuk membawanya ke rumah, err sejujurnya akhir-akhir ini sajangnim memang terlihat kacau”

 

Seohyun menghela nafasnya pelan , lalu tersenyum pada sekertaris suaminya itu “baiklah, terimakasih Do joon ssi, kau boleh pergi ” pria itu membungkuk kan badan nya pada seohyun singkat lalu keluar dari pintu depan. Seohyun kembali menghela nafas nya. perlahan ia memutar langkahnya menujur kamar tidurnya.

 

Kyuhyun merasakan kepalanya terasa berat, dan mual menguasai lambungnya. Ia membuka mata nya. perasaan bersalah muncul saat melihat seorang wanita tengah tertidur dengan kepala yang terkulai di ranjang nya. dilihatnya Seohyun terbangun dari tidurnya, yang otomatis membuatnya pura-pura memejamkan mata nya.

 

“demam nya sudah turun” kyuhyun bisa merasakan tangan lembut Seohyun menyentuh dahi nya “akan ku buatkan dia bubur” kyuhyun mendengar suara langkah kaki istrinya yang menjauh dan menutup pintu kamar dengan derit pelan. kyuhyun lantas mendudukan dirinya dan bersandar di dasbord ranjangnya.

 

“ia bahkan masih peduli kepada ku” batin kyuhyun dalam hati

 

 

“Appaa..” Kyuhyun menolehkan badan nya, ji hyun datang menghampirinya “kata Eomma appa sakit? jika appa sakit appa tidak perlu memaksakan diri untuk pulang kemari. Appa seharusnya istirahat saja di rumah appa di jepang” ujar ji hyun yang kini sudah naik di sisi ranjang kyuhyun.

 

kyuhyun lantas bangkit dan duduk menghadap putri cantik nya. dan ketika itu ia baru sadar mata gadis kecil itu sama dengan manik mata nya. kyuhyun tersenyum pada putrinya “appa hanya sakit biasa, appa tidak papa, kau tidak rindu pada appa mu ini humm?” ji hyun mengangguk kan kepalanya pelan “lalu kenapa tidak memeluk appa?”

 

ji hyun lalu mendekatkan dirinya, memeluk punggung ayahnya , gadis berusia 7 tahun itu lalu mengubur wajahnya didada kyuhyun “aigoo, putri appa manis sekali” ujar kyuhyun lalu mencium pipi ji hyun “tidak bisa kah appa tinggal disini saja? Aku merindukan appa” gumam ji hyun. Kyuhyun tersenyum mendengarnya “kita lihat nanti ya sayang, tapi appa akan mengusahakan nya”

 

“ayo kita keluar, eomma pasti sudah menyiapkan makan pagi untuk sarapan” dilihatnya Kyuhyun berdiri sambil menggendong ji hyun “kita juga harus membangunkan kakak mu kan?” kyuhyun bangkit sambil menggendong ji hyun dan berjalan keluar kamar

“Ji hyun ah, ayo turun appa masih sakit sayang” ujar Seohyun saat melihat Kyuhyun dan Ji hyun memasuki ruang makan. “tapi eomma” sela ji hyun pada eomma nya itu.

“Cho Ji hyunn”

 

“arassooo” ucap gadis kecil itu dan beringsut turun dari gendongan appa nya “aku akan membangunkan Joon oppa dulu” dengan muka yang cemberut Ji hyun melangkahkan kakinya menuju kamar sang kakak, meninggalkan Seohyun dan Kyuhyun berdua.

 

Sesaat ada rasa canggung yang menyelimuti ruang makan itu sampai Seohyun sendiri yang berinisiatif memecahkan suasana “duduk lah, bubur mu akan matang sebentar lagi” Kyuhyun tahu wanita di hadapan nya ini tidak benar-benar menatap mata nya. Kyuhyun menatap punggung istrinya yang sudah berbalik kembali menghadap kompor nya.

 

Ada sedikit perasaan hangat yang menyelimuti hati Kyuhyun saat ini. Sebuah perasaan yang entah mengapa Kyuhyun rasakan hanya karena ia melihat Seohyun memasak untuknya. Perasaan hangat yang baru sekali ini Kyuhyun rasakan selama 7 tahun menikah dengan Seohyun. “ayoo oppa, kau lambat sekali sih” Kyuhyun menoleh, ia melihat Ji hyun yang kini menarik tangan kakak kembarnya dengan tak sabar.

 

Kyuhyun tersenyum melihat putra nya yang masih mengenakan piama biru nya berjalan pelankeara. kyuhyun lalu menarik bocah laki-laki itu ke pangkuan nya kemudian mendaratkan ciuman nya pada pipinya “ya appa, hentikan itu menjijikan” pekik Jonn keras, membuat Ji Hyun terkikik.

 

“ya Cho Joon Hyung, apa eomma pernah mengajari mu berkata tidak sopan begitu? Ayo minta maaf” marah Seohyun pada putra nya, membuat Joon langsung mengkerut “ne eomma, appa Joon minta maaf” Joon lalu menundukan kepala nya. Kyuhyun tersenyum, mengacak rambut hitam putra nya itu. “tidak papa, tapi lain kali tidak boleh begitu lagi kau mengerti?” tanya Kyuhyun dan disambut anggukan oleh Joon.

 

 

Kyuhyun tak henti-hentinya menyunggingkan senyumnya dari awal sarapan sampai bubur di piring nya tandas tak bersisa. Kyuhyun yang memang merasa sedang tidak enak badan entah mengapa merasa sehat saat melihat tawa ke dua anak nya dan yah, Kyuhyun harus mengakui ia senang melihat istri nya ikut tersenyum saat ia melemparkan candaan pada ke dua anaknya.

 

Entah mengapa sebuah pikiran tiba-tiba terlintas di kepala Kyuhyun. mengapa ia baru sadar sekarang. Tempat ini memang rumah untuk nya pulang. Tempat yang seharus nya menjadi pioritas utama nya. tempat dimana dia dibutuhkan sebagai sesosok ayah dan suami. Kyuhyun melirik istrinya yang tengah menambahkan ikan untuk Joon “‘ apa kalau aku minta maaf pada mu, apa kau akan bersedia memaafkan ku?”‘

 

TBC

    Sebener nya, ff seokyu ini saya buat pas lagi stuck sama Your Call, seperti biasa, dan seperti biasa, saya juga post ff ini di MCLS. ahh, ngomong2 tentang Your Call, part depan ff itu akan saya pw, bagi yang berminat bisa minta pw nya di @ayuu_ssi, sebut id ya~ dan tentu aja yang saya kasih pw adalah reader yang minimal pernah 2 kali komentar di part sebelum nya, itu aja sih, terimakasih sudah membaca dan berkomentar~

 

 

 

 

 

Iklan

22 thoughts on “Farewell is Coming

  1. eonni aku nangis bacanya 😥
    sumpah ga kbyang gmana perasaannya seo dgituin sama kyu. .
    next part dtnggu eon 🙂

  2. eonni aku nangis bacanya 😥
    hikz
    sumpah ga kbyang gmana perasaannya seo dgituin sama kyu. .
    next part dtnggu eon 🙂

  3. You’ll regret it if you let her go, kyu. Yeah, sooner or later keke~ lanjut thor, gue mewek gaje masa bacanya wkwkwk 😀

  4. q mewek baca ff ini 😦
    seomma malangnya dirimu mempunyai suami yg gx perduli sama sekali keberadaan istrinya
    kyu jgn sampe u menyesal kalo seo udah di jatuh kepelukan namja lain#lirikchangmin 😀
    di tunggu kelanjutannya

  5. Asek-asek
    bagus banget
    cerita yang pengen banget aku baca
    udah lpain cewekmu kyu
    balik lah ke keluargamu hehehehe

  6. Aduh miris banget ceritanya,ngena banget feelnya,kyu:…Semoga ja mertahanin rumah tangganya,….Jangan sampe nggak ya..!!Bwt chingu fighting…..!!!!

  7. Ah kaka mello mello begini aku jadi meneteskan air mata hiks kkk~
    Tapi sukaaaaa sama ff genre begini sad, married life apalagi castnya OTP yuhuu~
    Suka bgt juga sama gaya bahasanya kaka, nyampe bgt dah.. feelnya kerasa, menohok hati #ceileh

    Tapi koreksi dikit nih ka.. umur pernikahan Seo sama Kyu 7tahun? berarti anak2nya harusnya umur kurang lebih 6tahunanlah kan seo jugq butuh waktu buat hamil kkk~ udah itu aja..
    part selanjutnya cus di mcls ^o^)9

  8. 😭😭😭 feelnya itu loh …nangis dan rasanya sesak sekali….kyuhyun oppa kok tega sih…kasihan seohyun eonni dan 2 anaknya…sempet g rela melihat seohyun eonni brsikap seolah2 tdk tjd apa2 …sempet g rela anaknya juga bersikap manis sm kyu oppa…kesal sm kyuhyun oppa😡😡😕
    Authornya keren …..salam kenal dan terima kasih udah bkin cerita yg bkin aku nangis☺

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s